BPBD Kota Tangerang Perkuat Armada untuk Kesiapsiagaan Bencana Hingga Tingkat RW
Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menambah armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penambahan ini diharapkan mampu memperkuat respons cepat saat terjadi keadaan darurat, mulai dari tingkat kota hingga ke lingkungan terkecil.
Armada Baru untuk Respons Lebih Cepat
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melindungi warganya. “Dengan bertambahnya armada, kami berharap BPBD dapat lebih sigap dan tanggap dalam menangani berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Jenis Armada yang Ditambahkan
Armada baru yang diserahkan meliputi kendaraan operasional dan peralatan pendukung. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Mobil rescue untuk evakuasi korban.
- Mobil tangki air bersih untuk daerah terdampak kekeringan.
- Perahu karet dan mesin tempel untuk operasi di perairan.
- Alat komunikasi portabel untuk koordinasi di lapangan.
Kesiapsiagaan Dimulai dari Tingkat Lingkungan
Sachrudin menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga hingga ke tingkat lingkungan. Ia menginstruksikan agar setiap kelurahan dan RW memiliki tim siaga bencana yang terlatih. “Bencana bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kita harus siap dari tingkat paling bawah. RT dan RW harus aktif dalam simulasi dan pelatihan kebencanaan,” tegasnya.
Pelatihan dan Simulasi Rutin
Pemerintah Kota Tangerang juga akan menggencarkan program pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana di seluruh kecamatan. Program ini menyasar warga biasa, kader kesehatan, serta anggota komunitas pemuda. Tujuannya adalah membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penyelamatan mandiri.
Dengan penambahan armada dan penguatan kesiapsiagaan di tingkat lingkungan, Kota Tangerang optimistis dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana di masa mendatang.
