NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa M 7,7, Bantuan Mengalir
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan memastikan bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak.
Koordinasi dan Respons Cepat
Wakil Menteri Sosial dalam rapat koordinasi penanganan gempa menegaskan pentingnya pendampingan bagi warga terdampak. “Jangan biarkan mereka menghadapi bencana sendirian,” ujarnya. Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
Bantuan dari Berbagai Pihak
- Kementerian Pertanian mengirimkan bantuan pangan senilai Rp75,4 miliar untuk membantu pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat NTT.
- BRI Peduli, melalui program tanggap bencana, turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa.
- Para artis tanah air juga membuka donasi untuk menggalang dana bagi korban bencana, menunjukkan solidaritas nasional.
Target Penanganan dan Anggaran
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan masa tanggap darurat dapat diselesaikan dalam waktu tiga pekan. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri menyoroti keterbatasan anggaran bencana di daerah, yang menjadi kendala dalam penanganan cepat. Pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa depan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pun mengajak warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, mengingat wilayah Indonesia Timur memang rawan gempa bumi.
