August 10, 2026

Polda Babel dan Pemprov Babel Bersinergi Tanggulangi Karhutla 2026, Luncurkan Platform Babel Siaga

Polda Babel dan Pemprov Babel Bersinergi Tanggulangi Karhutla 2026, Luncurkan Platform Babel Siaga

Pangkalpinang – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung menggelar apel gelar pasukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan ini juga menjadi momen peluncuran platform digital inovatif bernama ‘Babel Siaga’. Langkah ini merupakan wujud keseriusan dan sinergi antar lembaga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla di wilayah tersebut.

Apel Gelar Pasukan Karhutla 2026

Apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolda Babel tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta relawan peduli lingkungan. Dalam sambutannya, Kapolda Babel menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalisir dampak Karhutla yang kerap terjadi pada musim kemarau.

Platform ‘Babel Siaga’ sebagai Inovasi Digital

Salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran platform ‘Babel Siaga’. Platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dan petugas dalam memantau titik api, melaporkan kejadian, serta mengakses informasi terkini seputar Karhutla secara real-time. Dengan adanya platform ini, diharapkan respons penanganan Karhutla dapat menjadi lebih cepat, tepat, dan transparan.

Fitur Unggulan Babel Siaga

  • Pemantauan titik panas (hotspot) secara langsung.
  • Sistem pelaporan kejadian oleh masyarakat.
  • Informasi cuaca dan tingkat risiko kebakaran.
  • Koordinasi antar instansi terkait.

Sinergi TNI-Polri dan Pemda

Kapolda Babel menegaskan bahwa upaya penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi antara Polda Babel, Pemprov Babel, TNI, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. Dengan adanya apel gelar pasukan dan platform digital ini, diharapkan seluruh potensi sumber daya dapat dimaksimalkan untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak buruk asap dan kebakaran.

Acara ditutup dengan peninjauan peralatan dan kendaraan operasional yang siap diterjunkan ke lapangan, serta simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.