Ida Nurlaela Soroti Kesehatan Perusahaan di Tengah Rencana Penutupan 274 BUMN
Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan perusahaan di tengah wacana penutupan 274 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, langkah penutupan tersebut harus diiringi dengan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan dan operasional masing-masing perusahaan.
Kesehatan Perusahaan Jadi Prioritas
Ida menekankan bahwa keputusan menutup BUMN tidak boleh diambil secara gegabah. Setiap perusahaan harus dinilai dari segi likuiditas, profitabilitas, dan dampak sosialnya terhadap masyarakat. “Kita perlu memastikan bahwa BUMN yang akan ditutup benar-benar tidak sehat dan tidak bisa diselamatkan lagi,” ujarnya.
Langkah Penyehatan Alternatif
Sebelum memutuskan penutupan, Ida mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan opsi lain seperti merger, akuisisi, atau restrukturisasi. Langkah-langkah ini dinilai lebih manusiawi dan dapat menyelamatkan aset negara serta tenaga kerja yang terlibat.
- Evaluasi menyeluruh terhadap laporan keuangan BUMN
- Analisis potensi pemulihan melalui restrukturisasi
- Kajian dampak sosial dan ekonomi terhadap karyawan
Transparansi Proses Penutupan
Ida juga meminta agar proses penutupan 274 BUMN dilakukan secara transparan dan akuntabel. Publik berhak mengetahui alasan di balik setiap keputusan, termasuk data keuangan yang mendasarinya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMN.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan berbasis data, diharapkan langkah penutupan BUMN tidak menimbulkan gejolak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah diminta untuk terus berkoordinasi dengan DPR dalam setiap tahapan pengambilan keputusan.
