Indonesia Pimpin ACDM 2026, Dorong ASEAN Menuju Ketangguhan Bencana Berkelanjutan
Indonesia resmi ditunjuk sebagai Ketua ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) untuk periode 2026. Melalui kepemimpinan ini, Indonesia mendorong transformasi paradigma manajemen bencana di kawasan ASEAN menuju ketangguhan yang berkelanjutan.
Peran Strategis Indonesia dalam ACDM 2026
Sebagai ketua, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mengarahkan kebijakan dan program penanggulangan bencana di ASEAN. Fokus utama adalah mengubah pendekatan reaktif menjadi proaktif, dengan menekankan pada pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Indonesia juga akan mendorong penguatan kapasitas lokal dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Transformasi Paradigma Manajemen Bencana
Transformasi yang dimaksud meliputi pergeseran dari penanganan darurat menuju pembangunan ketangguhan jangka panjang. Hal ini mencakup integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan regional. Indonesia juga akan mempromosikan penggunaan teknologi inovatif dan sistem peringatan dini yang lebih efektif di seluruh negara anggota ASEAN.
- Mendorong kolaborasi antarnegara ASEAN dalam pertukaran data dan informasi bencana.
- Memperkuat mekanisme respons cepat regional melalui latihan bersama dan simulasi.
- Mengembangkan kerangka kerja untuk pemulihan pascabencana yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen terhadap Ketangguhan Berkelanjutan
Ketangguhan berkelanjutan berarti tidak hanya mampu bertahan dari bencana, tetapi juga pulih lebih kuat dan lebih siap menghadapi ancaman di masa depan. Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa upaya manajemen bencana ASEAN selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana.
Kepemimpinan Indonesia di ACDM 2026 diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kerja sama ASEAN dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan urbanisasi.
