Fahri Hamzah: Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Tidak Hanya Dari Jumlah Penangkapan
Pemberantasan korupsi di Indonesia kerap diukur dari banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, menurut politikus Fahri Hamzah, tolok ukur tersebut dinilai kurang tepat.
Pandangan Fahri Hamzah
Fahri Hamzah menyatakan bahwa efektivitas pemberantasan korupsi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penangkapan. Ia menekankan bahwa aspek pencegahan dan perbaikan sistem juga merupakan indikator penting yang sering kali terabaikan.
Kritik terhadap OTT
Menurut Fahri, terlalu fokus pada operasi tangkap tangan justru bisa menimbulkan persepsi bahwa korupsi hanya terjadi di level operasional. Padahal, praktik korupsi juga melibatkan kebijakan dan regulasi yang lebih kompleks.
Alternatif Pengukuran Keberhasilan
- Peningkatan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.
- Penguatan sistem pengawasan internal di lembaga pemerintah.
- Edukasi antikorupsi yang masif kepada masyarakat dan aparatur negara.
- Perbaikan regulasi yang meminimalkan celah korupsi.
Pernyataan Fahri ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi harus bersifat holistik, tidak hanya reaktif melalui penangkapan, tetapi juga proaktif melalui pencegahan dan reformasi sistemik.
