August 1, 2026

Waka Komisi VIII DPR Dorong Penguatan Mitigasi Menghadapi Ancaman Kekeringan

Waka Komisi VIII DPR Dorong Penguatan Mitigasi Menghadapi Ancaman Kekeringan

Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan langkah mitigasi dalam menghadapi potensi ancaman kekeringan yang semakin nyata. Pernyataan ini disampaikan mengingat perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi memperparah krisis air di berbagai wilayah tanah air.

Pentingnya Mitigasi Kekeringan

Dalam keterangannya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak buruk kekeringan. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat, untuk bahu-membahu menyusun dan menjalankan rencana aksi mitigasi secara terpadu.

Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:

  • Pengoptimalan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi kekeringan.
  • Peningkatan kapasitas tampungan air, seperti pembangunan embung, waduk, dan sumur resapan.
  • Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pola hidup hemat air serta pemanenan air hujan.
  • Penguatan koordinasi antarinstansi dalam penyaluran bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan.

Peran Aktif Semua Pihak

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR menegaskan bahwa mitigasi kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Partisipasi aktif dari sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Dengan langkah mitigasi yang kuat dan terencana, diharapkan dampak kekeringan dapat diminimalisir sehingga ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.