Istana hingga Kemendikti Beri Tanggapan Atas Makalah MBG yang Gunakan Nama Prabowo untuk Raih Nobel
Pihak Istana Kepresidenan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) memberikan tanggapan terkait makalah yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggunakan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya untuk meraih penghargaan Nobel.
Klarifikasi dari Istana
Juru Bicara Istana menyatakan bahwa penggunaan nama Presiden Prabowo dalam makalah tersebut merupakan inisiatif pribadi penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi pemerintah. Istana menegaskan bahwa tidak ada arahan atau persetujuan dari Presiden untuk pencantuman namanya dalam konteks tersebut.
Pernyataan Kemendikti
Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui juru bicaranya menyampaikan bahwa setiap publikasi akademik harus mengikuti etika dan prosedur yang berlaku. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap makalah tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran norma akademik.
- Istana menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam publikasi ilmiah.
- Kemendikti akan mengkaji lebih lanjut terkait pencatutan nama pemimpin negara dalam makalah akademik.
- Pemerintah mendorong agar setiap riset dan publikasi dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
Tanggapan ini muncul setelah beredarnya makalah yang membahas program MBG dan secara eksplisit menyebut nama Presiden Prabowo sebagai bagian dari strategi untuk memenangkan penghargaan Nobel. Publikasi tersebut menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan masyarakat umum.
