September 13, 2026

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Pertanyakan Kembali Terulangnya Kasus SPPG

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Pertanyakan Kembali Terulangnya Kasus SPPG

Jakarta – Sebanyak 352 siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Kejadian ini memicu pertanyaan dari DPR terkait pengelolaan Sistem Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) yang kembali bermasalah.

Menurut informasi yang dihimpun, kasus keracunan massal ini terjadi di beberapa wilayah dan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Para siswa mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu MBG yang disediakan. Insiden ini sontak menuai perhatian publik dan para anggota dewan.

DPR Soroti Kelemahan Sistem SPPG

Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetyani, menyatakan keprihatinannya atas terulangnya kasus serupa. Menurutnya, masalah pada SPPG seharusnya sudah bisa diantisipasi sejak awal. Ia menyoroti beberapa potensi kelemahan dalam sistem distribusi dan pengawasan mutu pangan.

  • Kurangnya pengawasan ketat terhadap proses penyiapan dan pengemasan makanan.
  • Distribusi yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan.
  • Ketiadaan prosedur penanganan cepat jika terjadi insiden keracunan.

Netty menambahkan, DPR akan memanggil pihak terkait, termasuk Badan Pangan Nasional dan dinas pendidikan setempat, untuk meminta penjelasan dan langkah perbaikan ke depan.

Pentingnya Edukasi dan Standar Keamanan Pangan

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keamanan pangan yang ketat dalam program MBG. Para pakar gizi menyarankan agar dilakukan pelatihan bagi petugas dapur sekolah dan pengelola katering mengenai higienitas dan cara penyimpanan bahan makanan yang benar.

  • Memastikan makanan diolah dan disajikan dalam kondisi bersih dan layak konsumsi.
  • Melakukan uji petik secara berkala terhadap sampel makanan.
  • Menyediakan alat deteksi cepat untuk mencegah penggunaan bahan makanan yang sudah kedaluwarsa.

Diharapkan dengan evaluasi menyeluruh, program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan anak-anak Indonesia.