August 2, 2026

Prabowo Kembali Tegaskan Larangan Kepala Daerah: Rakyat Dilarang Dikerahkan untuk Sambut Saya

Prabowo Kembali Tegaskan Larangan Kepala Daerah: Rakyat Dilarang Dikerahkan untuk Sambut Saya

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan larangan bagi para kepala daerah untuk tidak mengerahkan warga dalam penyambutan kunjungan kerjanya. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen untuk menghindari pemborosan dan mengedepankan efisiensi dalam setiap agenda pemerintahan.

Instruksi Tegas untuk Kepala Daerah

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo secara konsisten mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota agar tidak memobilisasi masyarakat untuk menyambut kedatangannya. Ia menilai praktik tersebut tidak hanya membebani rakyat, tetapi juga menyita waktu dan sumber daya yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif.

Alasan di Balik Larangan

  • Efisiensi Anggaran: Biaya yang dikeluarkan untuk mengatur penyambutan bisa dialihkan untuk program pembangunan atau bantuan sosial.
  • Menghormati Waktu Rakyat: Warga tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari hanya untuk menyambut pejabat.
  • Fokus pada Tugas: Kepala daerah seharusnya berkonsentrasi pada pelayanan publik dan penyelesaian masalah, bukan pada seremonial.

Dampak Positif bagi Pelayanan Publik

Langkah ini diharapkan dapat mengubah budaya birokrasi yang terlalu mengedepankan seremonial menjadi lebih berorientasi pada hasil. Dengan tidak adanya penyambutan yang berlebihan, kunjungan kerja presiden bisa langsung difokuskan pada peninjauan lapangan, dialog dengan masyarakat, dan pengambilan keputusan strategis.

Prabowo menekankan bahwa kehadirannya di daerah adalah untuk bekerja, bukan untuk disambut. Oleh karena itu, ia meminta kepala daerah untuk tidak membuat acara khusus yang merepotkan rakyat. Instruksi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola yang bersih, efisien, dan melayani.