August 25, 2026

Kemenag Catat Kerusakan Akibat Bencana Hidrometeorologi Capai Rp82,8 Miliar

Kemenag Catat Kerusakan Akibat Bencana Hidrometeorologi Capai Rp82,8 Miliar

Kementerian Agama (Kemenag) mencatat total kerusakan aset akibat bencana hidrometeorologi mencapai angka Rp82,8 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari berbagai kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Dampak Bencana Hidrometeorologi terhadap Aset Kemenag

Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung telah menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas milik Kemenag. Kerusakan tersebut mencakup gedung kantor, madrasah, dan aset lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

Rincian Kerusakan

  • Gedung perkantoran Kemenag di sejumlah provinsi mengalami kerusakan berat.
  • Madrasah dan pondok pesantren terdampak langsung oleh banjir dan longsor.
  • Fasilitas ibadah seperti musala dan rumah dinas pegawai juga tercatat rusak.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menjadi salah satu yang paling terdampak. Data menunjukkan kerusakan terparah terjadi di wilayah-wilayah dengan intensitas hujan tinggi dan topografi rawan bencana.

Langkah Penanganan

Kemenag telah melakukan inventarisasi dan asesmen terhadap seluruh aset yang rusak. Proses perbaikan dan rehabilitasi akan segera dilakukan dengan mengalokasikan anggaran khusus dari APBN. Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah terus dijalin untuk mempercepat pemulihan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di musim penghujan. Kemenag juga akan memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dan keagamaan guna meminimalkan kerugian di masa mendatang.