September 6, 2026

7 Kuliner Klasik Semarang yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

7 Kuliner Klasik Semarang yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Semarang, ibu kota Jawa Tengah, menyimpan kekayaan kuliner yang tak lekang oleh waktu. Beberapa hidangan legendaris di kota ini bahkan sudah ada sebelum Indonesia merdeka, menjadikannya saksi bisu perjalanan sejarah bangsa.

Kuliner Legendaris yang Melewati Zaman

Berikut adalah tujuh makanan khas Semarang yang usianya lebih tua dari kemerdekaan Indonesia:

1. Lumpia Semarang

Lumpia Semarang adalah salah satu ikon kuliner kota ini. Berisi rebung, telur, dan udang, lumpia ini sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Konon, resepnya dibawa oleh peranakan Tionghoa dan disesuaikan dengan lidah lokal.

2. Wingko Babat

Kue tradisional berbahan dasar kelapa dan tepung ketan ini sudah ada sejak abad ke-19. Wingko babat awalnya dibuat oleh masyarakat Babat, Lamongan, namun kemudian populer di Semarang dan menjadi oleh-oleh khas.

3. Tahu Gimbal

Tahu gimbal adalah sajian tahu goreng yang disiram dengan bumbu kacang dan petis. Hidangan ini sudah dinikmati sejak era sebelum perang, dan menjadi favorit karena cita rasanya yang gurih dan segar.

4. Nasi Pindang

Nasi pindang merupakan hidangan nasi dengan sayuran dan daging yang dimasak dalam kuah kuning berbumbu rempah. Makanan ini sudah ada sejak masa kerajaan Mataram Islam, dan hingga kini masih mudah ditemukan di Semarang.

5. Bandeng Presto

Bandeng presto adalah olahan ikan bandeng yang dimasak dengan tekanan tinggi hingga tulangnya lunak. Teknik memasak ini sudah dikenal sejak tahun 1970-an, namun ikan bandeng sendiri sudah menjadi bahan pangan utama di Semarang sejak zaman dahulu.

6. Sate Kikil

Sate kikil terbuat dari kulit sapi yang dibumbui dan dipanggang. Hidangan ini sudah populer sejak era kolonial, dan biasanya disajikan dengan lontong serta bumbu kacang yang khas.

7. Es Gempol Plered

Minuman tradisional ini terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat-bulat, disajikan dengan kuah santan dan gula merah. Es gempol plered sudah ada sejak awal abad ke-20 dan menjadi pelepas dahaga favorit warga Semarang.

Ketujuh kuliner legendaris ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang autentik, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang akulturasi budaya dan sejarah Semarang. Bagi para pecinta kuliner, mencicipi hidangan-hidangan ini adalah cara terbaik untuk merasakan jejak masa lalu.