August 20, 2026

Bundaran HI Siap Punya Terowongan Pejalan Kaki Bawah Tanah, Investasi Rp 200 Miliar

Bundaran HI Siap Punya Terowongan Pejalan Kaki Bawah Tanah, Investasi Rp 200 Miliar

Jakarta – Bundaran Hotel Indonesia (HI), salah satu ikon ibu kota, akan segera memiliki fasilitas baru yang memadukan fungsi dan estetika. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun pedestrian bawah tanah di kawasan tersebut, dengan nilai investasi yang cukup fantastis, mencapai Rp 200 miliar.

Fasilitas Baru untuk Kenyamanan Pejalan Kaki

Proyek ini dirancang untuk memberikan pengalaman berjalan kaki yang lebih aman, nyaman, dan modern bagi warga serta wisatawan. Dengan adanya terowongan bawah tanah, para pejalan kaki tidak perlu lagi menyeberang di atas permukaan jalan yang padat, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.

Fitur Utama Pedestrian Bawah Tanah

  • Keamanan Terjamin: Desain terowongan akan dilengkapi dengan sistem pengawasan dan pencahayaan yang baik, memastikan keamanan pengguna setiap saat.
  • Konektivitas Terintegrasi: Terowongan ini akan terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, seperti MRT dan TransJakarta, sehingga memudahkan mobilitas warga.
  • Desain Modern: Konsep arsitektur yang modern dan ramah lingkungan akan diterapkan, menjadikannya ruang publik yang menarik dan instagramable.
  • Fasilitas Lengkap: Rencananya, akan tersedia area komersial kecil, toilet umum, dan akses bagi penyandang disabilitas untuk memenuhi kebutuhan semua pengunjung.

Investasi dan Dampak Ekonomi

Dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran terowongan ini dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil di sekitarnya dan meningkatkan nilai properti di kawasan Bundaran HI.

Pembangunan pedestrian bawah tanah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih humanis dan berkelanjutan. Proyek ini juga sejalan dengan visi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mempromosikan gaya hidup aktif.

Meski belum diumumkan secara resmi mengenai jadwal konstruksi, warga Jakarta menantikan realisasi proyek ini sebagai salah satu ikon baru ibu kota yang modern dan fungsional.