August 17, 2026

Peringatan Bos Freeport: Risiko Besar Jika Operasi Tambang Papua Berhenti pada 2041

Peringatan Bos Freeport: Risiko Besar Jika Operasi Tambang Papua Berhenti pada 2041

Pimpinan PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi yang akan terjadi apabila aktivitas penambangan di Papua dihentikan pada tahun 2041. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum yang membahas masa depan industri pertambangan nasional.

Ancaman Terhadap Ekonomi dan Lapangan Kerja

Menurut manajemen Freeport, penghentian operasi tambang lebih cepat dari yang direncanakan akan memicu dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan perekonomian nasional. Salah satu dampak paling langsung adalah hilangnya puluhan ribu lapangan kerja yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang.

Dampak Sosial dan Lingkungan

  • Terhentinya program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar tambang.
  • Potensi kerusakan lingkungan yang tidak terkelola dengan baik karena proses reklamasi dan rehabilitasi lahan yang belum selesai.
  • Meningkatnya risiko konflik sosial akibat hilangnya mata pencaharian utama warga.

Pentingnya Keberlanjutan Operasi

Freeport menegaskan bahwa perpanjangan operasi hingga 2041 bukan hanya soal keuntungan bisnis, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Perusahaan berencana untuk terus berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan dan program pengembangan masyarakat agar manfaat tambang dapat dirasakan secara lebih luas dan dalam jangka panjang.

Pihak Freeport juga mengingatkan bahwa penghentian operasi secara prematur akan membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan negara yang sangat besar, baik dari sektor pajak, royalti, maupun devisa ekspor. Oleh karena itu, keputusan mengenai kelanjutan tambang harus dipertimbangkan secara matang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.