August 10, 2026

Ego Kepemimpinan dan JPO Rasuna Said: Penyakit Kronis yang Kambuh Lagi

Ego Kepemimpinan dan JPO Rasuna Said: Penyakit Kronis yang Kambuh Lagi

Pembangunan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Rasuna Said, Jakarta, kembali memicu perdebatan publik. Di balik proyek infrastruktur ini, tersirat sebuah penyakit lama yang seolah tak kunjung sembuh: ego kepemimpinan.

Akar Masalah: Keputusan yang Terfragmentasi

Kasus ini bukanlah yang pertama. Seringkali, proyek-proyek besar di ibu kota lahir dari keputusan parsial yang mengabaikan kebutuhan pengguna. Dua JPO di Rasuna Said menjadi contoh nyata bagaimana ego pemimpin bisa mengalahkan pertimbangan rasional dan partisipasi publik.

Dampak pada Masyarakat

  • Pemborosan anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.
  • Ketidaknyamanan bagi pejalan kaki yang justru menjadi sasaran utama pembangunan.
  • Keraguan terhadap efektivitas perencanaan kota yang berkelanjutan.

Penyakit Lama yang Berulang

Fenomena ini seolah menjadi siklus yang berulang. Setiap pergantian kepemimpinan, proyek serupa kerap muncul tanpa evaluasi mendalam terhadap proyek sebelumnya. Akibatnya, kota terus dibangun di atas kesalahan yang sama, bukan di atas pembelajaran kolektif.

Solusi yang Dibutuhkan

  • Penguatan partisipasi publik dalam setiap tahap perencanaan.
  • Evaluasi ketat terhadap proyek serupa di masa lalu.
  • Komitmen untuk mengedepankan kepentingan umum di atas ego pribadi atau golongan.

Tanpa perubahan paradigma, penyakit ego kepemimpinan ini akan terus menjadi momok bagi pembangunan kota yang manusiawi dan berkelanjutan.