Dorong UMKM Perikanan Berorientasi Ekspor, Riyono ‘Caping’ Siapkan Langkah Strategis
Riyono, yang akrab disapa Caping, mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang perikanan agar lebih berorientasi ekspor. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.
Fokus pada Peningkatan Kualitas dan Kapasitas
Menurut Riyono, penguatan UMKM perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas produk agar memenuhi standar internasional. Hal ini mencakup aspek pengolahan, pengemasan, hingga sertifikasi produk.
Strategi Pengembangan
- Peningkatan akses permodalan bagi pelaku UMKM perikanan.
- Pelatihan dan pendampingan teknis terkait standar ekspor.
- Fasilitasi kemitraan dengan perusahaan eksportir besar.
- Pengembangan infrastruktur pendukung, seperti cold storage dan pusat logistik.
Target Pasar Ekspor
Dengan orientasi ekspor, UMKM perikanan diharapkan mampu menembus pasar-pasar potensial seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Riyono menekankan pentingnya diversifikasi produk, seperti olahan ikan bernilai tambah tinggi, untuk menarik minat pembeli luar negeri.
Dukungan Pemerintah
Riyono juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Dukungan kebijakan, seperti kemudahan perizinan dan insentif ekspor, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Penguatan UMKM perikanan berorientasi ekspor diharapkan tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.
