Anggota DPR: Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape Tidak Boleh Dianggap Wajar
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti praktik promosi rokok elektrik atau vape yang melibatkan anak-anak. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk eksploitasi dan tidak boleh dinormalisasi di masyarakat.
Kritik Terhadap Promosi Vape yang Libatkan Anak
Menurut anggota DPR tersebut, penggunaan anak dalam kegiatan promosi vape sangat tidak etis dan melanggar hak-hak dasar anak. Anak-anak seharusnya dilindungi dari paparan produk berbahaya dan tidak boleh dijadikan alat pemasaran.
Perlindungan Anak Harus Diutamakan
Ia menekankan bahwa segala bentuk promosi yang melibatkan anak, terutama untuk produk yang mengandung risiko kesehatan seperti vape, harus segera dihentikan. Masyarakat diminta untuk tidak menganggap remeh praktik ini.
Seruan untuk Tidak Menormalisasi Eksploitasi
Anggota DPR itu mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan melaporkan jika menemukan promosi vape yang melibatkan anak. Normalisasi praktik semacam ini hanya akan merugikan masa depan generasi muda.
- Anak-anak rentan menjadi korban eksploitasi dalam industri vape.
- Promosi vape tidak boleh melibatkan anak dalam bentuk apa pun.
- Masyarakat harus aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran.
