Prabowo Ungkap Tantangan Kelola 388 Ribu Sekolah di Tengah Skor PISA Indonesia yang Rendah
Skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang masih rendah menjadi sorotan serius. Di tengah kondisi tersebut, Prabowo Subianto membeberkan tantangan besar dalam mengelola sebanyak 388 ribu sekolah yang tersebar di seluruh Nusantara.
Skor PISA dan Realitas Pendidikan Nasional
Hasil PISA terbaru menunjukkan bahwa kemampuan literasi, matematika, dan sains siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Hal ini menjadi pemicu keprihatinan banyak pihak, terutama para pemangku kebijakan di bidang pendidikan.
Prabowo menegaskan bahwa perbaikan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan strategi jangka panjang yang melibatkan banyak aspek, mulai dari kurikulum, kualitas guru, hingga infrastruktur sekolah.
Kompleksitas Pengelolaan Ratusan Ribu Sekolah
Salah satu tantangan paling mendasar adalah jumlah sekolah yang sangat besar, yakni 388 ribu unit. Angka ini meliputi sekolah negeri dan swasta dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga menengah atas.
- Distribusi sekolah yang tidak merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
- Keterbatasan akses terhadap teknologi dan internet di daerah terpencil.
- Kualitas tenaga pengajar yang bervariasi secara signifikan antar daerah.
Menurut Prabowo, pengelolaan sebanyak itu membutuhkan sistem yang terintegrasi, pengawasan yang ketat, serta alokasi anggaran yang tepat sasaran. Tanpa itu, upaya meningkatkan skor PISA akan sulit tercapai.
Langkah Strategis ke Depan
Pemerintah, lanjutnya, perlu memprioritaskan pemerataan kualitas pendidikan. Bukan hanya fokus pada sekolah-sekolah unggulan, tetapi juga pada sekolah-sekolah yang selama ini tertinggal.
Penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, pelatihan guru secara berkelanjutan, serta penyediaan sarana belajar yang memadai menjadi kunci utama. Semua itu harus dilakukan secara simultan di 388 ribu sekolah tersebut.
Dengan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif, diharapkan skor PISA Indonesia dapat meningkat secara bertahap, mencerminkan perbaikan nyata dalam kualitas sumber daya manusia Indonesia.
