August 7, 2026

Program MBG Dinilai Ambigu: Guru Besar UGM Sebut Prabowo Terjebak Rencana yang Tidak Jelas

Program MBG Dinilai Ambigu: Guru Besar UGM Sebut Prabowo Terjebak Rencana yang Tidak Jelas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Prabowo Subianto menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Seorang Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai bahwa program tersebut justru membuat Prabowo berada dalam posisi yang sulit, atau dalam istilah populer ‘maju kena mundur kena’.

Kritik Terhadap Program MBG

Menurut Guru Besar UGM tersebut, program MBG dinilai amburadul dan tidak memiliki perencanaan yang matang. Hal ini membuat Prabowo seolah terjebak dalam program yang tidak jelas arahnya. Kritik ini muncul setelah Prabowo secara resmi meluncurkan program tersebut sebagai bagian dari janji kampanyenya.

Kelemahan Program MBG

  • Perencanaan yang Buruk: Program ini dianggap tidak memiliki studi kelayakan yang mendalam, sehingga berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
  • Target yang Tidak Realistis: Sasaran program yang terlalu luas tanpa mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan infrastruktur.
  • Kurangnya Koordinasi: Tidak ada sinergi yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program ini.

Guru Besar UGM itu menambahkan bahwa program MBG seharusnya dirancang dengan lebih hati-hati dan melibatkan para ahli di bidang gizi, pendidikan, dan ekonomi. Tanpa perencanaan yang matang, program ini justru akan menjadi beban bagi negara dan tidak memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Kritik ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki program MBG agar tidak menjadi bumerang bagi Prabowo sendiri. Publik pun menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi kelemahan program yang sudah dicanangkan tersebut.