Dinkes Aceh Imbau Daerah Optimalkan Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak, CKG Jadi Fokus Utama
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di provinsi tersebut untuk meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan ibu dan anak. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta memastikan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Prioritaskan CKG sebagai Indikator Kunci
Dalam keterangan resminya, Dinkes Aceh menegaskan bahwa Cakupan Kesehatan Ibu dan Anak (CKG) harus menjadi prioritas utama dalam program kesehatan daerah. CKG mencakup berbagai indikator penting seperti kunjungan ibu hamil (K4), persalinan oleh tenaga kesehatan, kunjungan nifas, imunisasi dasar lengkap, dan pemantauan tumbuh kembang balita.
Kepala Dinkes Aceh menyatakan, “Pemantauan yang ketat terhadap CKG akan membantu deteksi dini risiko pada ibu hamil dan anak, sehingga intervensi medis dapat segera dilakukan. Kami minta setiap kabupaten/kota untuk mengoptimalkan sistem pencatatan dan pelaporan data kesehatan.”
Strategi Pengawasan yang Diperkuat
Beberapa langkah konkret yang diminta oleh Dinkes Aceh antara lain:
- Meningkatkan koordinasi antara puskesmas, rumah sakit, dan posyandu dalam memantau kondisi ibu hamil dan anak balita.
- Mengaktifkan kembali kelas ibu hamil dan kunjungan rumah oleh bidan desa.
- Memastikan ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan esensial di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
- Melakukan audit maternal dan perinatal secara rutin untuk mengidentifikasi kasus kematian ibu dan bayi.
Harapan ke Depan
Dinkes Aceh berharap dengan pengawasan yang diperketat, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Aceh dapat terus menurun. Data terakhir menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan, angka tersebut masih perlu ditekan lebih lanjut agar mencapai target nasional.
“Kami optimistis jika semua pihak bergerak bersama, kesehatan ibu dan anak di Aceh akan semakin baik. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Kepala Dinkes Aceh.
