August 4, 2026

Legislator Sebut Kecelakaan Kapal Penumpang Bukti Lemahnya Sistem Keselamatan Pelayaran

Legislator Sebut Kecelakaan Kapal Penumpang Bukti Lemahnya Sistem Keselamatan Pelayaran

Kecelakaan kapal penumpang yang terjadi di perairan Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam kalangan legislatif. Insiden ini dinilai sebagai sinyal kuat akan lemahnya sistem keselamatan pelayaran di Indonesia. Seorang anggota DPR menyatakan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi evaluasi serius bagi pemerintah dan operator kapal untuk meningkatkan standar keselamatan.

Kesaksian Korban Selamat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2 menyisakan trauma mendalam bagi para penumpang. Beberapa korban selamat menceritakan pengalaman dramatis saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api. Mereka mengaku bahwa proses evakuasi berlangsung kacau dan minim koordinasi, sehingga banyak penumpang yang terjebak di dalam kapal. Tim penyelamat dari Basarnas dan TNI AL terus berupaya mengevakuasi korban dan mencari penumpang yang masih hilang.

Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan

Kapolda Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang masih terus dilakukan secara intensif. Personel gabungan dikerahkan untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga telah membuka posko pengaduan bagi keluarga korban yang ingin mendapatkan informasi terkini mengenai proses pencarian.

  • Pemeriksaan menyeluruh terhadap izin berlayar dan kondisi kapal.
  • Peningkatan pengawasan oleh Kementerian Perhubungan terhadap armada kapal penumpang.
  • Sosialisasi prosedur keselamatan kepada penumpang sebelum kapal berangkat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan semua pihak akan pentingnya mematuhi standar operasional keselamatan pelayaran. Legislator berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, dan menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi laut nasional.