August 4, 2026

100 Perempuan Siaga Bencana: Inisiatif PLN UID Sulselrabar melalui Srikandi

100 Perempuan Siaga Bencana: Inisiatif PLN UID Sulselrabar melalui Srikandi

PLN UID Sulselrabar Mencetak 100 Perempuan Tangguh Bencana

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (UID Sulselrabar) melalui komunitas Srikandi berhasil melatih 100 perempuan menjadi relawan siaga bencana. Program ini merupakan wujud nyata kontribusi perempuan dalam mitigasi dan penanganan kebencanaan di wilayah tersebut.

Peran Strategis Perempuan dalam Penanggulangan Bencana

Keterlibatan perempuan dalam penanggulangan bencana seringkali masih terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, terutama dalam hal evakuasi, pendampingan korban, dan pemulihan psikososial. Melalui pelatihan ini, Srikandi PLN ingin memberdayakan perempuan agar lebih siap dan mampu bertindak cepat saat terjadi bencana.

Materi Pelatihan dan Keterampilan yang Diberikan

Para peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain:

  • Pengenalan jenis-jenis bencana dan potensi risiko di wilayah Sulselrabar.
  • Teknik dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan evakuasi korban.
  • Simulasi penanganan bencana, seperti gempa bumi dan kebakaran.
  • Penyusunan rencana evakuasi keluarga dan komunitas.
  • Manajemen stres dan dukungan psikososial bagi korban bencana.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Dengan adanya 100 perempuan yang terlatih, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana meningkat. Mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan pengetahuan tentang mitigasi bencana, dan membantu proses evakuasi serta pemulihan pascabencana. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PLN untuk tidak hanya memberikan layanan kelistrikan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan sosial masyarakat.

Komitmen Berkelanjutan

PLN UID Sulselrabar berencana untuk melanjutkan program serupa secara berkala, dengan cakupan wilayah dan jumlah peserta yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam penanggulangan bencana bukan hanya program sekali jalan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang lebih aman dan tangguh.