July 31, 2026

Waka MPR Imbau Akademisi Hindari Budaya ‘Kejar Tayang’ dalam Publikasi Ilmiah

Waka MPR Imbau Akademisi Hindari Budaya 'Kejar Tayang' dalam Publikasi Ilmiah

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengingatkan para akademisi agar tidak terjebak pada budaya ‘kejar tayang’ atau mengejar jumlah publikasi ilmiah semata. Hal ini disampaikannya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Pentingnya Kualitas di Atas Kuantitas

Menurut Lestari, semangat untuk mempublikasikan karya ilmiah secara berlebihan justru dapat mengorbankan kualitas dan esensi dari penelitian itu sendiri. Ia menekankan bahwa publikasi ilmiah seharusnya menjadi sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target angka.

Dampak Negatif ‘Kejar Tayang’

Lestari khawatir, jika budaya ‘kejar tayang’ terus dibiarkan, akan muncul berbagai dampak negatif, seperti:

  • Penurunan kualitas riset karena terburu-buru dalam proses penelitian dan penulisan.
  • Maraknya praktik plagiarisme atau pengambilan jalan pintas lainnya.
  • Publikasi yang tidak relevan atau tidak memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Peran Akademisi dalam Menjaga Integritas

Waka MPR mengajak seluruh sivitas akademika untuk kembali kepada nilai-nilai luhur dunia pendidikan, yaitu kejujuran, integritas, dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan. Ia berharap para akademisi dapat menjadi teladan dalam menjunjung tinggi etika penelitian dan publikasi.

“Jangan sampai kita kehilangan arah karena terlalu fokus pada angka. Yang terpenting adalah bagaimana penelitian kita bisa bermanfaat dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Lestari.