KBS Angkat Bicara Soal Viral Harimau Kurus dan Isu Korupsi Pakan Hewan
Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait viralnya foto harimau yang tampak kurus di media sosial. Kemunculan foto tersebut langsung memicu spekulasi di kalangan publik, yang menduga adanya praktik korupsi dalam pengadaan pakan hewan di lembaga konservasi tersebut.
Klarifikasi Pihak KBS
Manajemen KBS menegaskan bahwa kondisi harimau yang terlihat dalam foto tersebut bukanlah akibat dari kekurangan pangan. Menurut keterangan resmi, hewan tersebut sedang menjalani program diet khusus yang direkomendasikan oleh tim dokter hewan. Program ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal satwa, terutama bagi individu yang memiliki riwayat masalah metabolisme.
Penyebab Fisik yang Wajar
Pihak KBS menjelaskan bahwa penampilan kurus pada beberapa satwa bisa disebabkan oleh faktor usia, genetika, atau kondisi kesehatan tertentu. Untuk harimau yang dimaksud, tim medis telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan bahwa ia dalam kondisi sehat, meskipun secara visual tampak lebih ramping dari biasanya.
Bantahan Isu Korupsi Pakan
Menanggapi tuduhan korupsi yang beredar luas, KBS dengan tegas membantahnya. Seluruh proses pengadaan pakan hewan di KBS telah dilakukan sesuai prosedur dan transparan. Anggaran pakan diaudit secara berkala oleh pihak internal dan eksternal, sehingga tidak ada celah untuk penyimpangan.
- KBS memiliki sistem pengelolaan pakan yang terstandarisasi.
- Setiap satwa mendapat jatah pakan sesuai kebutuhan nutrisi hariannya.
- Tim nutrisi dan dokter hewan bekerja sama menyusun menu yang seimbang.
Komitmen terhadap Kesejahteraan Satwa
KBS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan satwa, termasuk melalui program pakan yang berkualitas. Masyarakat diimbau untuk tidak serta-merta menyimpulkan kondisi satwa berdasarkan penampilan fisik semata, dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.
Ke depannya, KBS berencana untuk lebih aktif mengedukasi publik tentang kondisi dan perawatan satwa, serta membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi langsung.
