July 25, 2026

Menko Polkam Tegaskan Indikator Keberhasilan Pencegahan Narkoba Bukanlah Penangkapan

Menko Polkam Tegaskan Indikator Keberhasilan Pencegahan Narkoba Bukanlah Penangkapan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menegaskan bahwa ukuran keberhasilan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak semata-mata diukur dari jumlah penangkapan yang dilakukan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kesempatan untuk mengubah paradigma penanganan narkoba yang selama ini lebih berfokus pada aspek represif.

Perubahan Paradigma Penanganan Narkoba

Menurut Menko Polkam, keberhasilan pencegahan narkoba seharusnya dilihat dari menurunnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Penangkapan hanyalah salah satu indikator yang bersifat jangka pendek, bukan tolok ukur utama keberhasilan program pencegahan.

Indikator Keberhasilan yang Lebih Komprehensif

Beberapa indikator yang dianggap lebih relevan untuk mengukur keberhasilan pencegahan narkoba antara lain:

  • Penurunan jumlah pengguna baru narkoba di kalangan remaja dan dewasa muda.
  • Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui edukasi dan sosialisasi.
  • Bertambahnya fasilitas rehabilitasi yang terjangkau dan efektif bagi pecandu narkoba.
  • Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas peredaran narkoba.

Pendekatan Prevensi dan Rehabilitasi

Pemerintah kini mendorong pendekatan yang lebih seimbang antara penegakan hukum, pencegahan (prevensi), dan rehabilitasi. Fokus pada penangkapan dianggap kurang efektif jika tidak diimbangi dengan upaya mengurangi permintaan (demand reduction) melalui kampanye anti-narkoba dan pengobatan bagi pecandu.

Dengan menggeser indikator keberhasilan dari sekadar penangkapan ke arah penurunan prevalensi, diharapkan kebijakan penanganan narkoba dapat lebih berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.