July 25, 2026

Menko Yusril Berharap KDM Tak Adakan Sayembara untuk Tangkap Pelaku Kejahatan Jalanan

Menko Yusril Berharap KDM Tak Adakan Sayembara untuk Tangkap Pelaku Kejahatan Jalanan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan harapannya agar Kepala Daerah Milenial (KDM) tidak menggelar sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi rencana sejumlah kepala daerah yang berniat menerapkan metode kontroversial tersebut untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Alasan di Balik Imbauan Yusril

Menurut Yusril, sayembara semacam itu justru berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti tindakan main hakim sendiri (vigilantisme) yang bisa mengarah pada pelanggaran hukum. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap berada di tangan aparat yang berwenang, bukan diserahkan kepada masyarakat umum melalui iming-iming hadiah.

Alternatif yang Lebih Tepat

Yusril menyarankan agar pemerintah daerah lebih fokus pada peningkatan patroli keamanan, penguatan sistem pengawasan, serta kerja sama dengan kepolisian. Ia juga mendorong partisipasi masyarakat dalam bentuk pelaporan resmi, bukan dengan cara-cara yang berisiko memicu anarki.

  • Mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi dan sosialisasi hukum.
  • Memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
  • Memberikan insentif bagi warga yang melapor, bukan yang menangkap langsung.

Reaksi Publik dan Pemerintah Daerah

Sejumlah kalangan mendukung imbauan Yusril, dengan alasan bahwa sayembara bisa disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, beberapa kepala daerah tetap bersikukuh bahwa cara ini efektif untuk menurunkan angka kejahatan jalanan yang meresahkan. Pemerintah pusat pun berjanji akan mengkaji lebih dalam dampak hukum dan sosial dari rencana tersebut.