Bank Jambi Dibobol Hacker Usai Upgrade Core Banking, LSM MAPPAN Desak APH Usut Pengelolaan Dana TI
Bank Jambi baru saja menyelesaikan proses upgrade sistem core banking, namun belum sempat menikmati hasil optimal, sistem tersebut justru berhasil dibobol oleh peretas (hacker). Insiden ini memicu reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Pemantau Pengawasan Anggaran Negara (MAPPAN) yang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana pemeliharaan dan pengembangan teknologi informasi (TI).
Kronologi Peretasan
Menurut informasi yang dihimpun, peretasan terjadi tidak lama setelah Bank Jambi mengimplementasikan sistem core banking yang baru. Modus operandi pelaku masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah celah keamanan yang diduga timbul akibat proses transisi sistem yang kurang matang.
Kecurigaan LSM MAPPAN
LSM MAPPAN mencurigai adanya kelemahan serius dalam pengelolaan anggaran TI di Bank Jambi. Mereka mempertanyakan alokasi dana pemeliharaan dan pengembangan TI yang selama ini digelontorkan, namun tidak mampu mencegah insiden peretasan. Koordinator LSM MAPPAN menegaskan, “Kami mendesak APH untuk segera memeriksa secara forensik seluruh aliran dana TI, termasuk proses pengadaan dan pemeliharaan sistem core banking baru. Publik berhak tahu apakah dana tersebut digunakan secara efisien dan tepat sasaran.”
Dampak Peretasan
Peretasan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan nasabah Bank Jambi. Meskipun pihak bank mengklaim data nasabah aman, namun kepercayaan publik terhadap sistem perbankan daerah ini terancam. Beberapa transaksi dilaporkan sempat terganggu, meskipun kini sudah kembali normal.
Desakan Pengusutan Tuntas
LSM MAPPAN meminta APH tidak hanya fokus pada pelaku peretasan, tetapi juga mengusut tuntas kemungkinan adanya kelalaian atau bahkan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana TI. Mereka menilai, insiden ini menjadi bukti bahwa pengawasan internal di Bank Jambi masih lemah. “Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika ditemukan unsur pidana, kami tidak segan-segan melaporkan pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas perwakilan LSM MAPPAN.
Langkah Bank Jambi
Sementara itu, pihak Bank Jambi menyatakan telah mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan dan bekerja sama dengan otoritas siber nasional untuk menyelidiki insiden ini. Mereka juga berjanji akan meningkatkan sistem keamanan TI secara menyeluruh. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait tuntutan LSM MAPPAN.
Kasus ini menjadi peringatan bagi lembaga perbankan lain di Indonesia untuk lebih serius dalam mengelola dan mengamankan sistem TI, terutama setelah melakukan upgrade besar-besaran. Kejadian ini juga menambah daftar panjang insiden siber yang menimpa sektor perbankan tanah air.
