MTI Kritik Penghentian Angkutan Penyeberangan Perintis di NTT, Kaitkan dengan Program MBG dan Kopdes
MTI Soroti Penghentian Layanan Angkutan Perintis di NTT
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti keputusan penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dinilai berdampak signifikan terhadap aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Dalam pernyataannya, MTI menekankan bahwa angkutan perintis merupakan tulang punggung konektivitas bagi daerah terpencil. Penghentian layanan ini berpotensi memperlebar kesenjangan transportasi antarwilayah.
Singgung Pelaksanaan Program MBG dan Kopdes
MTI juga menyinggung keterkaitan kebijakan ini dengan program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes). Menurut MTI, penghentian angkutan perintis justru bertentangan dengan upaya memperkuat perekonomian desa melalui Kopdes dan distribusi logistik MBG.
- Konektivitas yang terputus menghambat distribusi bahan pangan untuk program MBG.
- Koperasi desa yang bergantung pada mobilitas barang dan orang akan terdampak langsung.
- Masyarakat di pulau-pulau kecil kehilangan akses transportasi murah dan terjangkau.
MTI mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut dan mencari solusi berkelanjutan demi menjamin kelancaran transportasi perintis di NTT.
