August 27, 2026

Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79, Singgung Pengusaha Nakal

Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79, Singgung Pengusaha Nakal

Presiden Prabowo Subianto Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menjadi sorotan utama dalam perhelatan tahunan yang mengusung tema penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap peran koperasi dalam menopang perekonomian nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat yang berkeadilan. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan tokoh-tokoh koperasi dari berbagai daerah.

Cerita Prabowo tentang Disiplin ala Sang Ayah dan Kakek

Di sela-sela pidatonya, Presiden Prabowo membagikan kisah unik tentang masa kecilnya. Ia mengaku pernah merasa takut ‘ditempeleng’ oleh ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, serta kakeknya jika berani absen atau mangkir dari kegiatan yang dianggap penting, termasuk peringatan Hari Koperasi. Cerita ini ia sampaikan untuk menekankan pentingnya disiplin dan penghormatan terhadap warisan para pendahulu.

Prabowo menuturkan bahwa nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan oleh sang ayah dan kakek membentuk karakternya hingga kini. Ia juga mengingatkan bahwa menghormati agenda bersama, termasuk acara koperasi, adalah wujud tanggung jawab sebagai pemimpin dan anggota masyarakat.

Prabowo Kesal dengan Pengusaha yang Tidak Membayar Utang

Presiden Prabowo melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah pengusaha yang dinilainya lalai dalam membayar utang. Ia mengaku kesal karena banyak perusahaan, terutama yang bergerak di sektor tertentu, memiliki tunggakan utang dengan nilai fantastis, mencapai triliunan rupiah.

Menurut Prabowo, perilaku tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi sehat. Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pengusaha nakal tersebut. “Sudah saatnya mereka bertanggung jawab. Ini masalah integritas dan kepatuhan hukum,” tegasnya.

Harapan untuk Koperasi Lebih Maju

  • Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat intermediasi keuangan koperasi agar lebih mudah mengakses permodalan.
  • Pengembangan koperasi modern berbasis digital didorong agar bisa bersaing di era ekonomi digital.
  • Pelatihan dan pendampingan bagi pengelola koperasi akan ditingkatkan demi meningkatkan tata kelola dan profesionalisme.

Peringatan Harkopnas ke-79 diharapkan menjadi momentum bagi koperasi Indonesia untuk bangkit dan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing.