September 12, 2026

BPOM Dorong Nutri-Level untuk Cegah Penyakit Tak Menular dan Ringankan Beban JKN

BPOM Dorong Nutri-Level untuk Cegah Penyakit Tak Menular dan Ringankan Beban JKN

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya menekan angka penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui program Nutri-Level, sebuah inisiatif yang diharapkan mampu mengurangi beban finansial pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Apa Itu Nutri-Level?

Nutri-Level merupakan sistem pelabelan gizi pada produk pangan olahan. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh konsumen mengenai kandungan gizi, seperti gula, garam, dan lemak. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat pilihan pangan yang lebih sehat dan seimbang.

Tujuan Utama Program

Program ini memiliki dua tujuan utama yang saling terkait. Pertama, mencegah peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Kedua, meringankan beban pembiayaan kesehatan nasional yang terus meningkat akibat PTM.

  • Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membaca label gizi.
  • Mendorong industri pangan untuk memproduksi produk yang lebih sehat.
  • Menurunkan prevalensi PTM dalam jangka panjang.

Dampak Positif bagi JKN

Dengan menurunnya angka PTM, diharapkan biaya pengobatan yang ditanggung oleh JKN dapat berkurang secara signifikan. BPOM menilai bahwa investasi pada pencegahan melalui edukasi gizi jauh lebih efisien dibandingkan dengan biaya pengobatan penyakit kronis yang mahal.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.