Pemkab Baubau Maksimalkan Dana Kelurahan dan CSR untuk Atasi Penyakit ATM
Pemerintah Kabupaten Baubau berupaya mengoptimalkan penggunaan dana kelurahan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk menangani masalah penyakit ATM (Anak Tidak Makan). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap temuan kasus gizi buruk dan stunting di wilayah tersebut.
Strategi Penanganan Penyakit ATM
Dana kelurahan akan difokuskan pada intervensi gizi dan edukasi pola asuh bagi keluarga berisiko. Sementara itu, dana CSR dari perusahaan diharapkan dapat mendukung penyediaan makanan tambahan dan peningkatan akses layanan kesehatan.
Peran Serta Masyarakat
Pemkab Baubau juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam program ini. Kader kesehatan di setiap kelurahan akan dilatih untuk mendeteksi dini gangguan tumbuh kembang anak dan memberikan pendampingan kepada orang tua.
- Identifikasi keluarga berisiko tinggi stunting
- Distribusi makanan bergizi rutin
- Workshop pola asuh dan gizi seimbang
Target dan Harapan
Dengan sinergi dana kelurahan dan CSR, diharapkan angka prevalensi penyakit ATM di Baubau dapat menurun signifikan dalam satu tahun ke depan. Pemkab optimistis upaya ini akan memperbaiki kualitas generasi muda daerah.
