Prof Zainal: Program MBG, Kopdes, dan Sekolah Rakyat Dinilai Hanya untuk Mendukung Mesin Politik
Jakarta – Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof. Zainal Arifin Mochtar, melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah program pemerintah yang belakangan digalakkan. Menurutnya, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), hingga Sekolah Rakyat tidak lebih dari alat untuk menopang kepentingan politik penguasa.
Kritik Terhadap Program Populis
Dalam pernyataannya, Prof. Zainal menyoroti bahwa program-program tersebut dirancang dengan nuansa populis, namun di balik itu tersimpan agenda politik. Ia menilai bahwa peluncuran program yang masif dan tepat waktu menjelang kontestasi politik menunjukkan adanya upaya untuk memanfaatkan anggaran negara demi meraih simpati publik.
MBG: Sekadar Janji Manis?
Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi anak sekolah dianggap Prof. Zainal sebagai strategi untuk membangun citra positif pemerintah. Namun, ia meragukan keberlanjutan dan dampak nyatanya bagi masyarakat, terutama jika hanya dijadikan alat kampanye.
Kopdes dan Sekolah Rakyat: Antara Harapan dan Realitas
Koperasi Desa (Kopdes) dan Sekolah Rakyat juga mendapat sorotan. Menurut Prof. Zainal, kedua program ini berpotensi menjadi instrumen politik untuk memperkuat basis massa. Ia menekankan bahwa tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel, program-program tersebut hanya akan menjadi proyek pencitraan yang menguras APBN.
Pentingnya Fokus pada Kepentingan Rakyat
Prof. Zainal mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan pada kepentingan politik jangka pendek. Ia mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam memastikan program-program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar jargon untuk memenangkan pemilu.
Kritik ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk lebih mengedepankan integritas dan profesionalisme dalam setiap program yang diluncurkan.
