70 Ojol di Mojokerto Dilatih Pertolongan Pertama Kecelakaan, Tak Hanya Antar Penumpang
Pengemudi Ojek Online di Mojokerto Diberi Pelatihan Khusus
Sebanyak 70 pengemudi ojek online (ojol) di Mojokerto tidak hanya bertugas mengantar penumpang. Mereka kini dibekali dengan ilmu pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Inisiatif ini merupakan bagian dari program peningkatan keselamatan di jalan raya.
Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Ojol
Para pengemudi ojol mendapatkan pelatihan dari pihak terkait untuk dapat memberikan bantuan awal kepada korban kecelakaan. Pelatihan ini mencakup cara menangani luka, evakuasi sementara, hingga koordinasi dengan layanan darurat. Tujuannya adalah agar para ojol dapat menjadi responden pertama yang sigap di lokasi kejadian.
Peran Ojol dalam Keselamatan Lalu Lintas
Dengan mobilitas tinggi dan kehadiran mereka di berbagai titik, ojol memiliki potensi besar untuk membantu korban kecelakaan sebelum petugas medis tiba. Program ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kematian dan cedera lebih lanjut akibat keterlambatan penanganan. Langkah ini juga menunjukkan bahwa profesi ojol memiliki peran sosial yang lebih luas di masyarakat.
- Pelatihan mencakup teknik dasar pertolongan pertama.
- Ojol dilatih untuk tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat.
- Program ini didukung oleh pihak kepolisian dan instansi terkait.
Dengan bekal ilmu ini, para ojol di Mojokerto siap menjadi garda terdepan dalam keselamatan lalu lintas, tidak hanya sebagai pengantar penumpang, tetapi juga sebagai penolong sesama pengguna jalan.
