KH Ma’ruf Amin Tegaskan Muktamar NU Harus Bebas dari Politik Transaksional
KH Ma’ruf Amin: Muktamar NU Harus Bersih dari Politik Transaksional
KH Ma’ruf Amin, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, menegaskan pentingnya menjaga Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) agar terbebas dari praktik politik transaksional. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks persiapan menjelang perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Latar Belakang Pernyataan
Menurut informasi yang dikutip dari Kompas.id, KH Ma’ruf Amin menekankan bahwa Muktamar NU harus menjadi forum yang bersih dan bermartabat. Beliau mengingatkan agar seluruh proses musyawarah dan pengambilan keputusan tidak dicederai oleh kepentingan politik jangka pendek atau transaksi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai organisasi.
Prinsip Dasar Muktamar
- Muktamar harus mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.
- Setiap keputusan diambil berdasarkan kepentingan umat dan bangsa, bukan kelompok atau individu.
- Politik transaksional dilarang keras karena dapat merusak independensi dan kredibilitas NU.
KH Ma’ruf Amin juga mengingatkan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, Muktamar harus menjadi cerminan dari komitmen tersebut.
