Kejagung Periksa Saksi dari Pos Indonesia dan Perum Peruri dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kejagung Periksa Saksi dari Pos Indonesia dan Perum Peruri Terkait Dugaan Korupsi MBG
Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari PT Pos Indonesia (Persero) dan Perum Peruri dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Museum Bahari G (MBG). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya Kejagung untuk mengungkap secara tuntas aliran dana dan potensi kerugian negara dalam proyek pembangunan museum tersebut.
Kronologi Pemeriksaan
Pemeriksaan saksi dari kedua BUMN itu dilakukan secara terpisah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Para saksi dimintai keterangan terkait peran dan tanggung jawab mereka dalam proses pengadaan barang/jasa serta pencairan anggaran proyek MBG. Kejagung belum merinci secara detail materi pemeriksaan, namun sumber internal menyebutkan bahwa fokus utama adalah pada dokumen kontrak, laporan keuangan, dan bukti transaksi yang melibatkan Pos Indonesia dan Perum Peruri.
Peran Pos Indonesia dan Perum Peruri
- PT Pos Indonesia: Diduga terlibat dalam pengelolaan logistik dan distribusi material proyek MBG, termasuk pengadaan peralatan museum dan sistem informasi.
- Perum Peruri: Dicurigai memiliki keterkaitan dengan produksi dan pengadaan barang cetakan bernilai tinggi seperti tiket masuk, katalog, dan dokumen resmi museum yang membutuhkan pengamanan khusus.
Kedua perusahaan BUMN ini sebelumnya telah dikontrak oleh panitia pengadaan proyek MBG pada tahun 2019-2020. Namun, dalam perjalanannya, muncul indikasi mark-up harga, penggelembungan volume pekerjaan, dan penyimpangan prosedur pengadaan yang merugikan keuangan negara.
Langkah Selanjutnya
Kejagung berencana untuk memeriksa lebih banyak saksi dari pihak swasta dan pejabat pemerintah daerah yang terkait dengan proyek MBG. Penyidik juga akan meminta bantuan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung secara pasti kerugian negara. Kasus ini menjadi sorotan publik karena proyek MBG merupakan salah satu ikon wisata edukasi di Jakarta yang pembangunannya diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Pos Indonesia dan Perum Peruri mengenai pemeriksaan tersebut. Keduanya dijadwalkan akan memberikan klarifikasi dalam waktu dekat.
