August 25, 2026

Skandal Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed Diduga Peras Orangtua dan Nego Mahar

Skandal Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed Diduga Peras Orangtua dan Nego Mahar

Kronologi Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru di Unsoed

Kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru yang melibatkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan sejumlah pejabat kampus terus bergulir. Praktik ini tidak hanya melibatkan guru SMA sebagai calo, tetapi juga mencakup transaksi jual-beli jurusan favorit.

Peran Guru SMA dalam Jaringan Korupsi

Dalam pengembangan kasus, penyidik menemukan bahwa guru SMA berperan sebagai perantara yang menghubungkan orangtua calon mahasiswa dengan oknum pejabat kampus. Mereka diduga menerima imbalan tertentu untuk setiap mahasiswa yang berhasil ‘diloloskan’ melalui jalur tidak resmi.

Tiga Klaster Kasus Korupsi yang Menjerat Rektor Unsoed

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, kasus ini terbagi dalam tiga klaster utama:

  • Pemerasan terhadap orangtua calon mahasiswa: Oknum pejabat diduga meminta sejumlah uang atau ‘mahar’ sebagai jaminan diterimanya calon mahasiswa di jurusan tertentu.
  • Transaksi jual-beli kursi: Beberapa jurusan favorit seperti kedokteran dan teknik diduga diperjualbelikan dengan harga yang bervariasi.
  • Keterlibatan pihak ketiga: Guru dan calo dari luar kampus ikut serta dalam skema ini dengan mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

Dampak dan Tindak Lanjut Hukum

Kasus ini telah mencoreng nama baik Unsoed dan menjadi perhatian publik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta aparat penegak hukum terus melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Beberapa tersangka telah ditetapkan dan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.