Andre Rosiade Pastikan Pemerintah Turun Tangan Selesaikan Masalah LRT City
Jakarta, CNBC Indonesia – Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memastikan bahwa pemerintah akan hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kawasan LRT City. Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah keluhan dari warga terkait dengan berbagai persoalan di proyek yang dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk tersebut.
Pemerintah Pastikan Hadir untuk Warga LRT City
Andre Rosiade menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warga LRT City. Ia memastikan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait akan turun tangan untuk mencari solusi terbaik.
“Kami pastikan pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai warga merasa ditinggalkan,” ujar Andre dalam keterangannya, Jumat (21/6/2024).
Sejumlah Persoalan yang Dihadapi Warga
Berdasarkan laporan yang dihimpun, warga LRT City mengeluhkan beberapa hal, antara lain:
- Keterlambatan serah terima unit rumah.
- Adanya bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan.
- Masalah infrastruktur dan fasilitas umum di kawasan tersebut.
- Kekhawatiran terkait status kepemilikan lahan dan sertifikat.
Langkah Konkret Pemerintah
Andre Rosiade menjelaskan bahwa pemerintah akan membentuk tim terpadu untuk mengkaji dan menyelesaikan persoalan di LRT City. Tim tersebut akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian BUMN, serta pemerintah daerah setempat.
“Kami akan duduk bersama dengan pengembang, warga, dan instansi terkait untuk mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak,” tambahnya.
Ia juga mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang dapat memperkeruh suasana. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara transparan dan akuntabel.
Sebagai informasi, LRT City merupakan kawasan yang terintegrasi dengan moda raya terpadu (MRT) dan LRT di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di Indonesia.
