August 17, 2026

Refleksi Muhammadiyah di HUT ke-81 RI: Politik dan Ekonomi Harus Melayani Rakyat

Refleksi Muhammadiyah di HUT ke-81 RI: Politik dan Ekonomi Harus Melayani Rakyat

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Muhammadiyah menyampaikan refleksi mendalam mengenai arah perjalanan bangsa. Organisasi ini menegaskan bahwa kekuatan politik dan ekonomi yang ada di negeri ini seharusnya berkhidmat sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok atau golongan tertentu.

Politik yang Melayani, Bukan Menguasai

Muhammadiyah mengingatkan bahwa politik bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, para pemimpin dan partai politik harus menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Kekuasaan yang diperoleh melalui mekanisme demokrasi hendaknya digunakan untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat.

Ekonomi untuk Keadilan Sosial

Dalam bidang ekonomi, Muhammadiyah menekankan pentingnya pemerataan dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Sistem ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir orang harus dikoreksi. Ekonomi kerakyatan yang berbasis pada koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu diberdayakan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Panggilan Moral untuk Bangsa

Refleksi ini juga menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa. Muhammadiyah mengajak semua pihak untuk kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, serta menjadikan semangat kemerdekaan sebagai pendorong untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan bermartabat. Dengan demikian, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat tercapai.

Melalui peringatan HUT RI yang ke-81 ini, Muhammadiyah berharap agar seluruh komponen bangsa dapat bersinergi dan berkolaborasi, menjadikan politik dan ekonomi sebagai instrumen pengabdian kepada rakyat, bukan sebaliknya.