Sekjen PKS: Keteladanan Para Pendiri Bangsa Menjadi Penyejuk di Tengah Maraknya Politik Transaksional
Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan pandangannya mengenai kondisi politik tanah air yang kian pragmatis. Di tengah hiruk-pikuk politik yang sarat akan transaksi, ia menilai keteladanan yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa merupakan sebuah oase yang menyegarkan.
Menurutnya, nilai-nilai luhur yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh pendiri republik ini sering kali terlupakan dalam praktik politik kekinian. Padahal, semangat pengorbanan dan integritas yang mereka tanamkan adalah fondasi yang kokoh bagi demokrasi yang sehat.
Meneladani Semangat Founding Fathers
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali merenungkan perjuangan para pendiri bangsa yang tidak pernah meminta imbalan materi atas dedikasi mereka. Keteladanan ini menjadi relevan untuk dijadikan pedoman dalam berpolitik, terutama di era di mana politik transaksional semakin menguat.
Ia menegaskan bahwa politik seharusnya berorientasi pada pelayanan publik dan kemaslahatan rakyat, bukan pada kepentingan pribadi atau golongan semata. Dengan meneladani para pendiri bangsa, diharapkan kualitas demokrasi di Indonesia dapat terus meningkat dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Politik yang Berintegritas
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PKS juga mengingatkan bahwa politik yang berintegritas adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik. Ia berharap para politisi saat ini dapat meniru sikap rendah hati dan dedikasi tinggi yang dimiliki oleh para tokoh nasional terdahulu.
- Pentingnya menanamkan nilai kejujuran dalam setiap langkah politik.
- Mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
- Menjadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai pelajaran berharga untuk masa depan.
Dengan demikian, ia optimistis bahwa bangsa ini akan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah dan membawa perubahan positif bagi negeri.
