Meningkatnya Utang Pemerintah hingga Rp2.000 Triliun, Darmadi Durianto Dorong Penguatan Pengelolaan Fiskal
Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Darmadi Durianto, menyoroti lonjakan utang pemerintah yang mencapai angka Rp2.000 triliun. Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal perlunya evaluasi dan penguatan dalam pengelolaan fiskal negara.
Kenaikan Utang yang Signifikan
Dalam pernyataannya, Darmadi menekankan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kebijakan pembiayaan yang ditempuh pemerintah. Meskipun utang masih dalam batas aman, ia mengingatkan agar pengelolaannya tidak sekadar mengejar target pertumbuhan, melainkan juga harus memperhatikan keberlanjutan fiskal.
Fokus pada Efisiensi dan Transparansi
Darmadi mendorong agar pemerintah lebih transparan dalam menyusun postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga meminta agar setiap utang yang diambil memiliki dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
- Evaluasi terhadap belanja negara yang tidak produktif perlu diperketat.
- Peningkatan penerimaan negara melalui optimalisasi pajak dan retribusi.
- Penguatan cadangan fiskal untuk mengantisipasi guncangan ekonomi global.
Implikasi bagi Perekonomian Nasional
Menurut Darmadi, jika pengelolaan fiskal tidak diperkuat, risiko terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang akan semakin besar. Ia berharap pemerintah segera merumuskan strategi yang lebih komprehensif dalam mengelola utang dan belanja negara, sehingga tidak membebani generasi mendatang.
