August 13, 2026

Forest City: Dari Proyek Mewah Jadi Sarang Penipuan

Forest City: Dari Proyek Mewah Jadi Sarang Penipuan

Forest City, sebuah megaproyek properti di Johor, Malaysia, yang semula digadang-gadang sebagai kota mandiri mewah, kini menghadapi kenyataan pahit. Kawasan yang dulunya dipenuhi gedung pencakar langit dan apartemen eksklusif ini kini berubah fungsi menjadi markas para penipu.

Transformasi Forest City

Proyek ambisius yang dikembangkan oleh Country Garden Holdings ini awalnya dirancang untuk menarik investor dari seluruh dunia, terutama dari China. Namun, berbagai faktor seperti regulasi properti yang ketat dan pandemi global membuat proyek ini kehilangan momentum.

Penurunan Hunian

Banyak apartemen di Forest City yang kosong karena kurangnya pembeli dan penyewa. Situasi ini dimanfaatkan oleh sindikat penipuan untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai basis operasi mereka. Mereka menyewa unit-unit apartemen dengan harga murah dan menggunakannya untuk menjalankan aksi penipuan daring.

Modus Operandi

Para penipu biasanya menargetkan korban melalui aplikasi pesan singkat atau media sosial. Mereka menawarkan investasi palsu, pekerjaan fiktif, atau bahkan hubungan asmara untuk menguras uang korban. Forest City dipilih karena lokasinya yang strategis dan minim pengawasan keamanan.

Dampak bagi Kawasan

  • Citra Forest City semakin buruk di mata publik dan investor.
  • Nilai properti di kawasan tersebut terus menurun.
  • Pemerintah setempat kesulitan mengusir para penipu karena masalah yurisdiksi.

Upaya Penanganan

Pihak berwenang Malaysia telah melakukan beberapa razia dan menangkap sejumlah pelaku penipuan. Namun, sindikat ini terus beradaptasi dengan menyewa unit baru di kawasan yang sama. Diperlukan kerja sama regional yang lebih erat untuk memberantas jaringan penipuan lintas batas ini.

Nasib Forest City kini menjadi pelajaran berharga bagi pengembang properti besar. Tanpa perencanaan yang matang dan pengawasan keamanan yang ketat, sebuah kawasan mewah pun bisa berubah menjadi sarang kejahatan.