August 12, 2026

Jokowi dan Upaya Mempertahankan Legitimasi Kekuasaan Berbasis Tradisi

Jokowi dan Upaya Mempertahankan Legitimasi Kekuasaan Berbasis Tradisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai terus berupaya mempertahankan jalur legitimasi kekuasaan yang bersifat tradisional. Hal ini terlihat dari berbagai langkah politik yang ditempuhnya dalam beberapa waktu terakhir.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, mengungkapkan bahwa Jokowi cenderung menggunakan pendekatan patronase dan kekerabatan dalam menjaga stabilitas kekuasaannya. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mempertahankan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, terutama di daerah.

Strategi Mempertahankan Kekuasaan

Beberapa langkah yang dilakukan Jokowi antara lain:

  • Memperkuat jaringan politik melalui relasi keluarga dan kerabat dekat
  • Menempatkan loyalis di posisi strategis pemerintahan
  • Mengoptimalkan program-program populis untuk menjaga popularitas

Menurut Boni, strategi ini merupakan bentuk adaptasi Jokowi terhadap sistem politik Indonesia yang masih kental dengan nilai-nilai tradisional. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa pendekatan semacam ini bisa menimbulkan masalah baru jika tidak diimbangi dengan penguatan institusi formal.

Dampak terhadap Demokrasi

Beberapa kalangan menilai bahwa upaya mempertahankan legitimasi tradisional ini berpotensi menggerus prinsip-prinsip demokrasi modern. Namun, pendukung Jokowi berargumen bahwa pendekatan tersebut justru memperkuat stabilitas politik di tengah dinamika sosial yang kompleks.

Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan semakin dekatnya masa transisi kepemimpinan nasional. Para pengamat politik menyarankan agar pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara legitimasi tradisional dan modern demi kepentingan jangka panjang bangsa.