August 9, 2026

Trump Kembali Kritik Pengguna Mobil Listrik, Sebut Mereka Idap ‘Penyakit’

Trump Kembali Kritik Pengguna Mobil Listrik, Sebut Mereka Idap 'Penyakit'

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik tajam terhadap pengguna mobil listrik. Dalam sebuah pernyataan yang kontroversial, Trump menyebut para pengendara kendaraan ramah lingkungan tersebut mengidap semacam ‘penyakit’.

Pernyataan Kontroversial Trump

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para pendukungnya. Ia mengklaim bahwa mobil listrik tidak hanya merugikan industri otomotif Amerika, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi penggunanya. ‘Mereka (pengguna mobil listrik) memiliki penyakit. Ini adalah penyakit yang membuat mereka terus membeli mobil yang tidak efisien dan mahal,’ ujar Trump.

Kritik Terhadap Kebijakan Ramah Lingkungan

Trump, yang dikenal sebagai skeptis terhadap perubahan iklim, kerap mengkritik kebijakan yang mendorong penggunaan kendaraan listrik. Ia menilai bahwa mobil listrik justru merugikan perekonomian dan menciptakan ketergantungan pada teknologi asing. ‘Kita tidak perlu dipaksa menggunakan mobil yang tidak kita inginkan. Ini adalah kebebasan Amerika,’ tegasnya.

Reaksi Publik dan Industri

Pernyataan Trump ini menuai beragam reaksi. Para pendukungnya menganggap pernyataan tersebut sebagai bentuk pembelaan terhadap industri otomotif tradisional. Sementara itu, para pegiat lingkungan dan produsen mobil listrik mengecam pernyataan tersebut sebagai tidak berdasar dan menyesatkan.

Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan Trump ini lebih bersifat politis, terutama menjelang pemilihan presiden mendatang. Mereka mengingatkan bahwa adopsi mobil listrik justru semakin meningkat di berbagai negara, termasuk di beberapa negara bagian AS sendiri.

Dampak pada Industri Otomotif

Meskipun pernyataan Trump cukup keras, industri otomotif global terus bergerak menuju elektrifikasi. Banyak produsen mobil besar, termasuk dari Amerika Serikat, telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar dan regulasi, bukan sekadar opini politik, yang akan menentukan masa depan transportasi.

  • Trump sebut pengguna mobil listrik idap ‘penyakit’ dalam acara publik.
  • Kritik ini merupakan bagian dari kampanye politiknya menentang kebijakan ramah lingkungan.
  • Industri otomotif global tetap berkomitmen pada pengembangan kendaraan listrik.