August 8, 2026

Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Sering Rebahan: Pakar UMM Ungkap Risiko Penyakit Serius dan Cara Mengatasinya

Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Sering Rebahan: Pakar UMM Ungkap Risiko Penyakit Serius dan Cara Mengatasinya

Kebiasaan duduk dalam waktu yang lama dan sering berbaring atau rebahan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius. Pakar dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan peringatan mengenai bahaya gaya hidup sedentari ini dan menawarkan solusi praktis untuk mengatasinya.

Dampak Negatif Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama, terutama dalam posisi yang salah, dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Gangguan Peredaran Darah: Duduk dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah, terutama di bagian kaki. Hal ini meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah (deep vein thrombosis) yang bisa berakibat fatal jika mencapai paru-paru.
  • Nyeri Punggung dan Leher: Postur duduk yang buruk memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, otot punggung, dan leher. Akibatnya, muncul nyeri kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Gangguan Metabolisme: Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan penurunan metabolisme tubuh. Ini dapat memicu obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
  • Penurunan Kesehatan Mental: Duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan karena kurangnya gerakan dan interaksi sosial.

Risiko Sering Rebahan

Kebiasaan rebahan, terutama setelah makan atau dalam waktu lama, juga tidak kalah berbahaya. Pakar UMM menjelaskan beberapa dampak negatifnya:

  • Gangguan Pencernaan: Berbaring setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik (GERD) dan mengganggu proses pencernaan.
  • Penurunan Kebugaran Fisik: Terlalu banyak rebahan membuat otot-otot tubuh melemah dan kekuatan fisik menurun drastis.
  • Risiko Penyakit Jantung: Gaya hidup yang sangat minim gerak, termasuk sering rebahan, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Solusi dari Pakar UMM

Untuk mengurangi risiko tersebut, pakar UMM merekomendasikan beberapa langkah sederhana namun efektif:

  • Gerakan Aktif Setiap 30 Menit: Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, usahakan untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan singkat setiap 30 menit sekali.
  • Perbaiki Postur Duduk: Gunakan kursi yang ergonomis, jaga punggung tetap tegak, dan posisikan layar komputer sejajar dengan mata.
  • Olahraga Teratur: Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang.
  • Hindari Rebahan Setelah Makan: Tunggu setidaknya 2-3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.
  • Terapkan Gaya Hidup Aktif: Biasakan menggunakan tangga daripada lift, berjalan kaki untuk jarak dekat, atau melakukan pekerjaan rumah tangga.

Dengan menerapkan solusi-solusi di atas, risiko penyakit serius akibat kebiasaan duduk lama dan sering rebahan dapat diminimalkan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjaga gaya hidup aktif dan sehat.