Kader IMP Kota Magelang Didorong Jadi Penggerak Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah Stunting
Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berupaya menekan angka stunting. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mendorong kader Indonesia Move for Population (IMP) untuk menjadi penggerak utama dalam edukasi kesehatan reproduksi.
Peran Strategis Kader IMP
Kader IMP merupakan ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya remaja dan calon pengantin, tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan mereka dapat mencegah berbagai faktor risiko yang menyebabkan stunting pada anak.
Upaya Pencegahan Stunting dari Hulu
Kepala DP3AP2KB Kota Magelang menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, yaitu sejak masa remaja dan persiapan pernikahan. Edukasi kesehatan reproduksi menjadi kunci untuk memastikan setiap calon ibu memiliki kondisi fisik yang prima saat hamil dan melahirkan.
- Memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang bagi remaja putri.
- Mengajarkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebelum menikah.
- Menyosialisasikan jarak kehamilan yang ideal melalui program Keluarga Berencana (KB).
- Memantau tumbuh kembang balita secara berkala.
Sinergi dengan Berbagai Pihak
Pelatihan dan penguatan kapasitas kader IMP dilakukan secara berkelanjutan. Mereka juga dilibatkan dalam program-program pemerintah seperti Posyandu dan kelas ibu hamil. Kerja sama dengan Puskesmas dan organisasi masyarakat turut memperkuat jangkauan edukasi hingga ke tingkat kelurahan.
Dengan peran aktif kader IMP, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi meningkat, sehingga angka stunting di Kota Magelang dapat terus ditekan secara signifikan.
