August 5, 2026

Tap MPR tentang Agraria Terabaikan, Konflik dan Kerusakan Sumber Daya Alam Semakin Meluas

Tap MPR tentang Agraria Terabaikan, Konflik dan Kerusakan Sumber Daya Alam Semakin Meluas

Jakarta – Ketetapan MPR (Tap MPR) yang mengatur sektor agraria tidak dijalankan secara optimal selama bertahun-tahun. Akibatnya, konflik agraria dan kerusakan sumber daya alam (SDA) terus meningkat di berbagai daerah.

Dampak Pengabaian Tap MPR Agraria

Sejumlah pakar dan aktivis lingkungan menilai bahwa lemahnya implementasi Tap MPR tentang agraria menjadi akar dari meningkatnya sengketa lahan. Tanpa pedoman yang jelas, banyak pihak memanfaatkan celah hukum untuk menguasai lahan secara tidak sah.

Konflik Agraria yang Meluas

Berdasarkan data dari konsorsium pembaruan agraria, jumlah konflik lahan di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Masyarakat adat dan petani kecil menjadi pihak yang paling dirugikan karena sering kehilangan akses terhadap tanah garapan.

Kerusakan SDA Akibat Eksploitasi Berlebihan

Selain konflik, pengabaian Tap MPR juga memicu eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali. Hutan, tambang, dan lahan gambut dieksploitasi secara berlebihan sehingga menyebabkan deforestasi, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Solusi yang Diperlukan

  • Penguatan regulasi dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran agraria.
  • Pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan SDA.
  • Reformasi kebijakan agraria yang berpihak pada rakyat kecil.

Para ahli mendesak pemerintah untuk segera mengimplementasikan Tap MPR agraria secara konsisten guna mencegah kerusakan lebih lanjut dan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.