Anggota DPR Pertanyakan Kesiapan Pemerintah Tangani Karhutla di Gunung Bromo
Anggota DPR RI menyoroti kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Evaluasi Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla
Dalam keterangannya, anggota DPR menekankan pentingnya langkah antisipatif yang matang. Pemerintah dinilai perlu memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi di lapangan. Kawasan Bromo yang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur membutuhkan perhatian khusus agar terhindar dari dampak karhutla yang merugikan ekosistem dan perekonomian masyarakat sekitar.
Peran Serta Masyarakat dan Pengelola Wisata
Selain kesiapan pemerintah, keterlibatan masyarakat dan pengelola wisata juga menjadi sorotan. Edukasi tentang pencegahan karhutla, pengawasan aktivitas pengunjung, serta penerapan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan dinilai krusial. DPR mendorong adanya patroli rutin dan pemasangan rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan.
Rekomendasi untuk Mitigasi Bencana
Beberapa rekomendasi yang diajukan meliputi:
- Peningkatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
- Penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi cuaca dan titik panas.
- Pelibatan TNI, Polri, relawan, dan komunitas peduli lingkungan dalam tim siaga karhutla.
- Sosialisasi intensif kepada wisatawan tentang larangan membakar sampah atau puntung rokok sembarangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan risiko karhutla di Gunung Bromo dapat diminimalisir, sehingga kelestarian alam dan keamanan wisatawan tetap terjaga.
