August 5, 2026

Prabowo dan PM Thailand Bahas Impor Beras, Daging, hingga Susu: Ini Imbalannya

Prabowo dan PM Thailand Bahas Impor Beras, Daging, hingga Susu: Ini Imbalannya

Dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, ke Indonesia, sejumlah agenda strategis dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin utama yang mencuat adalah permintaan Thailand agar Indonesia meningkatkan impor komoditas pangan seperti beras, daging, dan susu dari Negeri Gajah Putih.

Pertemuan Tingkat Tinggi di Halim Perdanakusuma

Momen hangat terlihat saat Presiden Prabowo melepas kepulangan PM Anutin di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan yang juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyaksikan langsung penandatanganan dokumen kerja sama bilateral yang bertujuan memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.

Isi Kesepakatan: Impor Pangan Ditukar dengan Pupuk

PM Anutin secara terbuka meminta Indonesia untuk membuka keran impor beras, daging sapi, dan produk susu asal Thailand. Sebagai imbalan, Thailand bersedia meningkatkan pembelian pupuk dari Indonesia. Skema ini dinilai saling menguntungkan: Indonesia mendapat pasokan pangan alternatif, sementara Thailand mengamankan kebutuhan pupuk untuk sektor pertaniannya.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya mempererat hubungan dagang bilateral yang selama ini sudah berjalan positif. Data menunjukkan bahwa nilai perdagangan kedua negara terus meningkat, dan kerja sama baru ini diharapkan dapat mendongkrak angka tersebut lebih tinggi lagi.

Reaksi Publik dan Tanggapan Pemerintah

Usulan Thailand ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan pelaku usaha. Sebagian pihak menyambut positif karena dinilai dapat menstabilkan harga pangan dalam negeri. Namun, ada pula yang mengingatkan agar pemerintah tetap memprioritaskan produk lokal dan tidak membuat petani dalam negeri tertekan oleh banjirnya produk impor.

Pemerintah Indonesia, melalui juru bicara kepresidenan, menyatakan bahwa setiap keputusan impor akan mempertimbangkan kepentingan petani dan ketahanan pangan nasional. “Kami akan mengkaji secara cermat usulan ini. Yang pasti, kerja sama ini harus bersimbiosis mutualisme dan tidak merugikan salah satu pihak,” ujar sumber di lingkaran istana.

Dokumen Kerja Sama Lain yang Disepakati

Selain soal pangan dan pupuk, Indonesia dan Thailand juga menyepakati sejumlah nota kesepahaman di bidang lain. Beberapa di antaranya mencakup:

  • Pertahanan dan keamanan: Latihan militer bersama dan pertukaran intelijen untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas negara.
  • Pariwisata: Promosi wisata dua arah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
  • Ekonomi digital: Kolaborasi startup dan pengembangan ekosistem digital di kedua negara.

Dengan rangkaian kerja sama ini, hubungan Indonesia-Thailand diharapkan semakin kokoh, tidak hanya di level politik, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya.