Polres Lombok Timur Bantah Foto Penangkapan Terduga Pelaku di Medsos, Tegaskan Itu Hoaks
Polres Lombok Timur angkat bicara terkait viralnya foto yang diklaim sebagai momen penangkapan seorang terduga pelaku di media sosial. Pihak kepolisian dengan tegas menyatakan bahwa foto tersebut tidak benar alias hoaks.
Klarifikasi Resmi dari Polres Lombok Timur
Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Polres Lombok Timur mengonfirmasi bahwa foto yang beredar luas di berbagai platform media sosial bukanlah dokumentasi penangkapan yang terjadi di wilayah hukum mereka. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Imbauan untuk Masyarakat
- Selalu periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
- Jadikan akun resmi Polres Lombok Timur sebagai sumber utama berita terkait penegakan hukum di daerah.
- Laporkan akun atau konten yang menyebarkan hoaks ke pihak berwajib.
Polres Lombok Timur juga mengingatkan bahwa penyebaran berita palsu dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak terprovokasi oleh konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk melacak asal-usul foto hoaks tersebut. Jika ditemukan unsur pidana, pelaku penyebaran akan ditindak tegas.
