August 4, 2026

Prabowo dan PM Thailand Perkuat Kerja Sama, Target Dagang Meningkat

Kunjungan Bersejarah PM Thailand ke Indonesia

Jakarta – Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara, disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari ini.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan simbol eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand. “Ini adalah kunjungan resmi pertama PM Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun, dan ini menandakan komitmen kita untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang,” ujar Prabowo.

Hasil Pertemuan: Target Dagang Naik Signifikan

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi. Hasil yang paling menonjol adalah kesepakatan untuk menaikkan target perdagangan kedua negara menjadi Rp359 triliun, meningkat tajam dari target sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan optimisme kedua negara dalam memulihkan dan memperluas hubungan ekonomi pasca-pandemi. Selain itu, kedua pemimpin juga membahas potensi kerja sama di sektor pariwisata, pertanian, dan energi terbarukan.

Momen Kenegaraan yang Penuh Makna

Kunjungan PM Anutin tidak hanya diisi dengan pertemuan resmi, tetapi juga berbagai agenda kenegaraan. Terlihat momen ketika Presiden Prabowo menyambut PM Anutin dengan upacara penyambutan resmi yang khidmat, dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan tamu kehormatan lainnya.

Kedua pemimpin juga saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan. Suasana hangat terlihat jelas dalam pertemuan tersebut, mencerminkan hubungan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Thailand.

Prospek Kerja Sama ke Depan

Dengan target dagang yang dinaikkan, diharapkan hubungan ekonomi Indonesia-Thailand akan semakin erat. Kedua negara berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk investasi, infrastruktur, dan konektivitas regional.

Kunjungan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi kerja sama yang lebih luas di masa depan, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.